Lebih jauh, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menegaskan bahwa politik sejatinya bukan semata-mata tentang kekuasaan, melainkan bentuk pengabdian kepada bangsa dan rakyat.
“Politik adalah ruang luas untuk mengabdi, bukan sekadar alat untuk berkuasa,” ucapnya.
AHY juga mengingatkan pentingnya kedamaian hati dalam mengambil keputusan di tengah berbagai pilihan.
“Setiap pilihan memiliki konsekuensi. Namun, demi kedamaian hati, pilihlah yang engkau yakini benar dan baik,” katanya.
Menutup pidatonya, AHY mengutip pesan moral dari sang ayah yang menekankan arti nilai dalam kepemimpinan.
“Kekuasaan selalu memiliki akhir, tetapi nilai-nilai kebaikan akan abadi. Power ends, values stay,” tegasnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya: Era Presiden SBY Rakyat Indonesia Hidup Makmur
Acara peluncuran buku ini menjadi refleksi atas perjalanan dan filosofi kepemimpinan SBY yang menginspirasi generasi penerus di dunia politik dan kepemimpinan nasional.


