Selain itu, Kementerian PU menyiapkan material pengendalian banjir seperti bronjong dan geobag jika dibutuhkan pemerintah daerah.
Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menambahkan, “Tim kami sudah bekerja di lapangan sejak hari pertama untuk membantu pembersihan dan memastikan mobilitas warga segera pulih.”
Operasi pembersihan dilakukan tidak hanya dengan alat berat, tetapi juga secara manual menggunakan cangkul dan peralatan lain.
Selain pemulihan darurat, Kementerian PU menindaklanjuti dengan rencana normalisasi saluran drainase yang tersumbat sedimentasi.
Pemantauan kondisi sungai dan gorong-gorong di wilayah terdampak terus dilakukan untuk memastikan aliran air stabil dan risiko banjir susulan dapat diminimalkan.
Dampak banjir tercatat meliputi 46 rumah, 54 kepala keluarga (sekitar 190 jiwa), serta fasilitas umum di Desa Balewangi dan Desa Cisurupan.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Puncak Bogor, 1 Orang Tewas dan Jembatan Terputus
Kementerian PU berkomitmen terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Garut berjalan cepat dan efektif.
