Untuk mewujudkan visi ini, Iftitah mengajak China berpartisipasi melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan industri di Bumi Cenderawasih.
Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pengembangan modal manusia.
“Sumber daya paling berharga suatu negara bukan emas atau minyak, melainkan manusia. Universitas seperti CCNU sangat penting karena membangun intelektual sekaligus karakter,” jelasnya.
Selain itu, Iftitah mengundang kolaborasi dalam pembangunan sekolah, rumah sakit, dan industri yang menghormati budaya serta keadilan lokal.
“Marilah kita jadikan Papua sebuah kisah tentang hubungan, kemajuan, dan martabat manusia. Dalam pengembangan kawasan transmigrasi 5.0, terdapat sebuah kebenaran sederhana,” imbuhnya.
Langkah ini diharapkan membuka peluang pendidikan, investasi, dan penguatan kapasitas lokal, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan China.


