Listyo Sigit Kapolri Terlama Kedua, Digantikan Suyudi Ario Seto
Listyo Sigit Kapolri terlama kedua dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Masa kepemimpinan Listyo Sigit berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Pelantikan Suyudi berlangsung di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Dalam kesempatan yang sama, Suyudi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi.
Dengan pergantian tersebut, berakhir pula masa jabatan Listyo Sigit yang dimulai pada 27 Januari 2021. Ia memimpin Polri selama lebih dari lima tahun, sebelum tongkat komando diserahkan kepada Suyudi.
Listyo Sigit Kapolri Terlama Setelah Raden Said
Dalam catatan sejarah Polri, Raden Said Soekanto masih menjadi Kapolri dengan masa jabatan terpanjang. Ia memimpin kepolisian sejak 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959.
Data resmi Polri mencatat Raden Said Soekanto memimpin selama sekitar 14 tahun. Ia merupakan Kapolri pertama setelah Indonesia merdeka dan memiliki peran penting dalam membangun organisasi kepolisian nasional pada masa awal Republik.
Sementara itu, Listyo Sigit menjabat sejak 27 Januari 2021 sampai 1 Oktober 2026. Dengan rentang tersebut, masa kepemimpinannya mencapai sekitar 5 tahun 8 bulan.
Catatan itu menempatkan Listyo Sigit sebagai salah satu Kapolri dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Polri, berada di bawah Raden Said Soekanto.
Perbandingan tersebut sekaligus menunjukkan panjangnya periode kepemimpinan Listyo dibandingkan banyak Kapolri lainnya yang menjabat dalam rentang waktu lebih singkat.
Suyudi Ario Seto Resmi Gantikan Listyo Sigit
Setelah masa jabatan Listyo berakhir, Presiden Prabowo menunjuk Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025.
Presiden Prabowo melantik Suyudi bersama Komjen Pol Wahyu Hadiningrat yang dipercaya menjadi Wakapolri. Pelantikan keduanya dilakukan di Istana Negara pada 1 Oktober 2026.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum menduduki jabatan sebagai Kapolri, ia memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis di lingkungan kepolisian dan pemerintahan.
Karier Suyudi antara lain mencakup jabatan Kepala BNN, Kapolda Banten, Wakapolda Metro Jaya, serta sejumlah posisi di lingkungan Polda Metro Jaya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Polri.
Dalam keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Suyudi disebut lahir pada 14 Juli 1973 dan merupakan lulusan Akpol 1994. Ia kemudian mendapat kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi setelah dilantik sebagai Kapolri.
Berakhirnya Masa Kepemimpinan Listyo Sigit
Listyo Sigit pertama kali dilantik sebagai Kapolri pada Januari 2021. Saat itu ia menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis.
Selama lebih dari lima tahun memimpin Polri, Listyo berada di posisi tertinggi institusi yang memiliki kewenangan luas dalam penegakan hukum, keamanan, pelayanan masyarakat, hingga pengelolaan organisasi kepolisian di seluruh Indonesia.
Pergantian pada 1 Oktober 2026 sekaligus mengakhiri periode kepemimpinannya di Polri. Setelah tidak lagi menjabat Kapolri, Listyo mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perubahan posisi tersebut membuat pergantian kepemimpinan Polri tidak hanya menjadi perubahan figur di pucuk institusi, tetapi juga diikuti dengan perpindahan Listyo ke lingkungan pemerintahan pusat.
Dengan demikian, sejarah masa jabatan Listyo sebagai Kapolri berakhir setelah lebih dari lima tahun.
Raden Said Masih Pegang Rekor Terlama
Jika melihat seluruh daftar Kapolri dari masa ke masa, posisi Raden Said Soekanto masih sulit disamai dalam hal panjang masa jabatan.
Situs resmi Polri mencatat Raden Said menjabat mulai 29 September 1945 hingga 14 Desember 1959. Setelah itu, posisi Kapolri berpindah kepada Soekarno Djojonegoro.
Raden Said juga tercatat sebagai tokoh yang memimpin Polri pada masa awal berdirinya Republik. Situs resmi Polri menyebut ia menjadi Kepala Kepolisian Nasional sejak 29 September 1945 dan memimpin institusi tersebut selama sekitar 14 tahun.
Sementara Listyo Sigit berada di urutan berikutnya berdasarkan lamanya masa jabatan hingga pergantian pada Oktober 2026.
Catatan sejarah tersebut membuat pergantian Kapolri 2026 memiliki dimensi tersendiri. Selain menandai masuknya Suyudi Ario Seto sebagai pemimpin baru, berakhirnya masa jabatan Listyo juga menutup salah satu periode kepemimpinan terpanjang Polri dalam beberapa dekade terakhir.
Tantangan Baru di Bawah Suyudi Ario Seto
Kini perhatian publik beralih kepada Suyudi sebagai Kapolri baru. Dengan pengalaman di bidang kepolisian dan pemerintahan, ia memasuki posisi tersebut dengan tanggung jawab memimpin organisasi kepolisian secara nasional.
Suyudi juga langsung menghadapi berbagai agenda yang berkaitan dengan penegakan hukum, keamanan, pelayanan masyarakat, serta pembenahan internal institusi.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya fase baru kepemimpinan Polri. Sementara bagi Listyo Sigit, berakhirnya masa jabatan sebagai Kapolri menempatkannya dalam catatan sejarah sebagai salah satu pejabat yang memimpin Polri dalam periode relatif panjang.
Dengan masa jabatan sekitar 5 tahun 8 bulan, Listyo Sigit Kapolri terlama kedua setelah Raden Said Soekanto berdasarkan catatan masa jabatan Kapolri yang tersedia. Kini tongkat komando kepolisian telah resmi berada di tangan Suyudi Ario Seto.
