Profil Luke Thomas Mahony, WNA Australia yang Jadi Dirut PT Danantara Sumber Daya Indonesia

TAJUKNASIONAL.COM Nama Luke Thomas Mahony menjadi sorotan setelah CEO Badan Pengelola Investasi atau BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi penunjukannya sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau PT DSI.

Penunjukan profesional asal Australia tersebut menarik perhatian publik karena PT DSI merupakan entitas baru yang diproyeksikan memiliki peran strategis dalam penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam Indonesia.

PT DSI disebut akan berperan dalam mendukung skema baru pengawasan ekspor komoditas strategis, seperti batu bara, crude palm oil atau CPO, hingga ferro alloy.

Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan devisa serta sistem pelaporan ekspor komoditas nasional.

Baca Juga: Profil Unai Emery: Pelatih yang Sukses Bawa Aston Villa Juara UEL Liga Eropa UEFA Europa League 2026

Luke Thomas Mahony dipilih untuk memimpin PT DSI di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam.

Dengan pengalaman panjang di industri pertambangan global, Luke dinilai memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang dibutuhkan untuk membangun sistem pengawasan yang lebih transparan.

Rosan Roeslani menyebut penunjukan Luke merupakan bagian dari penguatan tim. Pemerintah tampaknya ingin menempatkan figur profesional dengan rekam jejak internasional untuk mengawal pengelolaan komoditas strategis Indonesia.

“Penunjukan ini bagian dari penguatan tim,” ujar Rosan saat mengonfirmasi posisi Luke pada Kamis (21/5).

Lantas, siapa Luke Thomas Mahony?

Luke Thomas Mahony merupakan warga negara Australia yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di industri ekstraktif. Ia dikenal memiliki spesialisasi di bidang teknik pertambangan, geomekanika, inovasi teknologi, manajemen proyek, hingga strategi keuangan.

Dari sisi pendidikan, Luke tercatat meraih gelar Master of Geomechanics dari University of New South Wales pada 2009.

Latar belakang akademik tersebut memperkuat reputasinya sebagai profesional teknis di sektor pertambangan.

Sebelum dipercaya memimpin PT DSI, Luke pernah menduduki sejumlah posisi penting di perusahaan tambang global.

Ia tercatat memiliki pengalaman di BHP Billiton dan Vale, dua nama besar dalam industri pertambangan dunia.

Baca Juga: Profil Djaka Budhi Utama, Dirjen Bea Cukai yang Masuk Radar Evaluasi Menkeu Purbaya

Di PT Vale Indonesia Tbk, Luke sempat menjabat sebagai Direktur Independen serta Chief Strategy and Technical Officer setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2024. Ia kemudian mengundurkan diri dari perusahaan tersebut pada September 2025.

Karier global Luke juga mencakup posisi sebagai Global Head of Technology and Innovation di Vale Global Base Metals, Toronto. Selain itu, ia pernah terlibat dalam manajemen proyek tambang di Mozambik.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini