TAJUKNASIONAL.COM Tim SAR Gabungan menghentikan sementara pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penghentian sementara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta medan pencarian yang cukup ekstrem di kawasan pegunungan.
Informasi terbaru mengungkapkan bahwa dua hari sebelum insiden hilang kontak, pesawat ATR 42-500 tersebut sempat mengalami kerusakan mesin.
Fakta ini disampaikan oleh pengelola private jet di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang mengetahui langsung riwayat operasional pesawat tersebut sebelum terbang.
Baca Juga: Pesawat Tempur Su-30 Alami Kecelakaan di Rusia Barat Laut, Seluruh Awak Tewas
Menurut keterangan pengelola, pesawat ATR 42-500 sempat melakukan penerbangan pada Kamis (15/1/2026).
Namun, tidak lama setelah meninggalkan Bandara Halim, pesawat tersebut kembali mendarat karena mengalami gangguan teknis pada mesin.
“Pesawat ini sudah terbang meninggalkan Bandara Halim, tetapi kembali mendarat karena ada kerusakan mesin,” ujar pengelola private jet, Sabtu.
Pengelola juga menyebutkan bahwa pesawat ATR tersebut sempat terparkir bersebelahan dengan pesawat miliknya selama proses perbaikan.
“Pesawat kami parkir di sebelah pesawat ini yang sedang diperbaiki mesinnya,” tambahnya.
Keterangan ini memperkuat dugaan bahwa pesawat memiliki riwayat masalah teknis sebelum dinyatakan hilang kontak.
Hingga Sabtu malam pukul 21.00 Wita, sejumlah tim SAR masih bertahan di posko pencarian di Lingkungan Panaikan, Kelurahan Leang-leang, Kabupaten Maros.
Sementara itu, sebagian tim lainnya secara bertahap bergeser ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Pergeseran ini dilakukan menyusul laporan warga yang mengaku melihat puing pesawat dari kawasan puncak Gunung Bulusaraung.


