TAJUKNASIONAL.COM China kembali mengirimkan peringatan keras kepada komunitas internasional terkait isu Taiwan.
Dalam pernyataan terbaru, Beijing menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak mana pun yang dianggap ikut campur dalam urusan Taiwan, yang selama ini dipandang sebagai wilayah yang harus “disatukan kembali”.
Peringatan itu disampaikan Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan, Peng Qingen, yang menegaskan bahwa China memiliki kemampuan penuh untuk menjaga wilayahnya.
“Kami memiliki keinginan kuat, tekad kuat, dan kemampuan yang kuat untuk membela kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” kata Peng.
Ia menambahkan, “Kami akan menghancurkan semua campur tangan pihak asing.”
Pernyataan ini muncul menyusul langkah Jepang yang berencana mengerahkan rudal ke Pulau Yonaguni, salah satu titik terdekat dengan Taiwan—hanya sekitar 110 kilometer.
Baca Juga: China Murka, Konsul di Osaka Ancam “Penggal” PM Jepang Takaichi: Kronologi Ketegangan Memanas
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, menyebut pengerahan misil di selatan Yonaguni merupakan langkah perlindungan diri. Ia menegaskan bahwa anggapan langkah itu akan meningkatkan ketegangan adalah tidak akurat.
Namun, Beijing menilai sebaliknya. Peng mengatakan bahwa pengerahan rudal Jepang justru akan memperuncing situasi di kawasan Asia Timur.
“Pengerahan senjata ofensif Jepang di wilayah yang dekat dengan Taiwan benar-benar berbahaya, karena terang-terangan menciptakan ketegangan regional dan memprovokasi konfrontasi militer,” ujarnya.
Hubungan kedua negara memang memanas dalam beberapa minggu terakhir.
Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Jepang dapat terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.
Beijing menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk provokasi dan meminta Takaichi menarik ucapannya, namun ia menolak.
Baca Juga: Markas Sindikat Penipuan Online di Lampung Digerebek, 27 WN China Ditangkap
Tak lama setelahnya, China membalas dengan sejumlah langkah diplomatik dan ekonomi, mulai dari melarang warganya bepergian ke Jepang, menghentikan impor produk laut, hingga menangguhkan penayangan anime Jepang. China juga membawa protes resmi ini ke PBB.
Isu Taiwan selama ini dianggap sebagai “garis merah” bagi Beijing yang tidak bisa dinegosiasikan.
