Sementara Jakarta Garuda Jaya cenderung menahan diri karena menekankan jalur pembinaan pemain muda, sehingga tidak agresif mengejar tambahan pemain asing.
Bagi LavAni, misteri inilah yang membuat publik menunggu pengumuman resmi.
Apakah LavAni akan tetap setia pada duet Sander Dickinson, atau benar-benar menghadirkan sosok baru demi menyudahi dominasi juara bertahan pada dua edisi terakhir? Yang jelas, pesan LavAni sudah tegas Final Four bukan sekadar kelanjutan musim melainkan panggung utama untuk “kejutan” yang mereka siapkan.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


