“Melalui RFCC Complex dan unit tambahan lainnya, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 dengan kandungan sulfur 2.500 ppm menjadi standar Euro 5 dengan kandungan sulfur hanya 10 ppm,” ujar Baron.
Ia menambahkan, proyek RDMP Balikpapan merupakan lompatan besar dalam peningkatan kualitas BBM nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi industri energi.
Selain bensin dan solar, kilang ini juga akan meningkatkan produksi LPG serta menghasilkan produk petrokimia yang sebelumnya belum dapat diproduksi.
Dengan rampungnya proyek RDMP Kilang Balikpapan, pemerintah dan Pertamina optimistis Indonesia semakin mandiri secara energi dan mampu menghadapi tantangan kebutuhan BBM serta industri petrokimia di masa depan.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


