Senin, 2 Februari, 2026

Presiden Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun dengan CEO Danantara di Hambalang

TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto menerima CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam pertemuan di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu sore.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, terutama terkait percepatan proyek hilirisasi nasional bernilai investasi jumbo.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pembahasan utama dalam pertemuan itu mencakup perkembangan proyek hilirisasi yang dijalankan Danantara dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp100 triliun.

“Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin, yakni pertama, perkembangan lima titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” kata Teddy, sebagaimana dikutip dari unggahan resmi akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu.

Baca Juga: Korea Utara Kecam Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat

Menurut Teddy, proyek hilirisasi tersebut direncanakan berlangsung di sejumlah provinsi di Indonesia.

Total nilai investasinya mencapai sekitar 6 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp100 triliun.

Program ini diarahkan untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Pemerintah menilai hilirisasi sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi Indonesia.

Melalui proyek-proyek ini, bahan mentah tidak lagi diekspor dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam negeri sehingga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan negara, serta memperkuat daya saing industri nasional.

Selain proyek hilirisasi, Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani juga membahas perkembangan proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi.

Program ini dinilai penting untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di banyak daerah.

Baca Juga: Presiden Prabowo Beri Penugasan Khusus Awal Tahun ke Dasco dan Jajaran Kabinet Terkait Pemulihan Bencana Sumatra

“Perkembangan projects waste to energy (penertiban pengelolaan sampah) sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang, namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” ujar Teddy.

Proyek waste to energy diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) terbuka, sekaligus menghasilkan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri.

Pemerintah melihat skema ini sebagai solusi ganda, yakni menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini