Senin, 19 Januari, 2026

Bertemu 1.200 Akademisi, Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset dan Beasiswa

TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto menggelar forum diskusi bersama sekitar 1.200 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang komunikasi langsung pemerintah dengan civitas akademika sekaligus penyampaian arah kebijakan strategis nasional.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan diskusi ini dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk menyampaikan perkembangan kondisi bangsa sekaligus menyerap masukan dari kalangan akademisi.

Pemerintah, kata dia, memandang perguruan tinggi sebagai mitra penting dalam pembangunan jangka panjang.

Baca Juga: Dampingi Presiden Prabowo, AHY: RDMP Perkuat Kemandirian Energi

Salah satu keputusan utama yang diumumkan Prabowo dalam forum tersebut adalah kenaikan anggaran dana riset perguruan tinggi hingga 50 persen.

Tambahan anggaran ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing riset nasional.

“Dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya 8 triliun, itu setara dengan 0,34 persen dari APBN kita dan oleh karena itulah dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar 4 triliun,” kata Prasetyo Hadi usai pertemuan.

Pras menegaskan, peningkatan anggaran riset ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi universitas dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Fokus riset pun diprioritaskan pada sektor strategis seperti swasembada pangan, ketahanan energi, industrialisasi, dan hilirisasi.

Selain dana riset, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada akses pendidikan tinggi melalui beasiswa. Pras menyebutkan, dari sekitar 9,9 juta mahasiswa di Indonesia, penerima beasiswa saat ini masih relatif terbatas.

“Yang sudah mendapatkan beasiswa dalam berbagai bentuk, salah satunya misalnya KIP yang baru 1,1 juta penerima,” ujarnya.
“Bagaimana memperbesar, memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” imbuh Pras.

Forum tersebut juga membahas persoalan kekurangan tenaga dokter di Indonesia. Pemerintah berencana meningkatkan daya tampung mahasiswa Fakultas Kedokteran serta membangun kampus khusus kedokteran dengan skema beasiswa penuh.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini