Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan kesiapan daerahnya untuk masuk dalam daftar kota prioritas pembangunan PSEL. Ia menegaskan pengembangan PSEL sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait modernisasi sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.
“PSEL Semarang Raya dirancang mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari dengan teknologi insinerator, sekaligus mengurangi beban TPA,” ujar Agustina.
Pemerintah pusat melalui Kemenko Pangan akan mendorong percepatan proses penunjukan mitra Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) melalui Danantara, setelah seluruh persyaratan daerah terpenuhi. Proyek PSEL Semarang Raya ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 sebagai sumber energi listrik alternatif bagi kawasan aglomerasi.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


