Menko Pangan menjelaskan, MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat serta penurunan stunting, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi rakyat. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dipastikan akan menyerap produksi petani, peternak, nelayan, UMKM pangan, koperasi, hingga badan usaha milik desa.
“Setiap porsi makan membutuhkan beras, telur, ikan, sayur, dan buah. Itu berarti jutaan bahan baku harus diproduksi dan diserap setiap hari,” jelasnya.
Dengan target puluhan juta penerima, kebutuhan pangan harian dinilai akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian desa dan pasar lokal. Pemerintah mewajibkan SPPG memprioritaskan pasokan dari pelaku usaha dan produsen lokal agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program MBG diposisikan sebagai bagian dari strategi nasional membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


