TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan pemerintah memperkuat langkah pemulihan lahan sekaligus antisipasi banjir dan longsor di Daerah Aliran Sungai Ciliwung melalui penanganan terpadu dari hulu hingga hilir.
Penegasan tersebut disampaikan Pratikno dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pelaksanaan Pemulihan Lahan dan Antisipasi Banjir dan Longsor di DAS Ciliwung yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jumat (9/1/2026). Pemerintah menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial karena melibatkan persoalan lingkungan, tata ruang, dan kepadatan penduduk.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak terpisah-pisah, dan melibatkan multisektor dari hulu sampai hilir,” ujar Pratikno.
Baca Juga: Menko PMK Pratikno Minta Bantuan Rumah Warga Terdampak Bencana Dipercepat
Sepanjang 2025, banjir di kawasan Jabodetabekpunjur berdampak signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian. Menurunnya daya serap air di wilayah hulu akibat berkurangnya tutupan hutan, penyempitan sungai karena sedimentasi, serta penumpukan sampah di hilir dinilai memperparah risiko banjir. Kondisi tersebut diperburuk oleh pemanfaatan ruang yang tidak sesuai, termasuk permukiman di kawasan rawan banjir.


