TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) sebagai langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan nasional yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat. Satgas ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam dua rapat terbatas yang digelar pertengahan September 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, Satgas P2SP dibagi ke dalam tiga kelompok kerja (Pokja). Pokja I berperan mempercepat realisasi anggaran, Pokja II menangani percepatan implementasi program dan penyelesaian hambatan, sementara Pokja III fokus memperkuat regulasi dan aspek penegakan hukum.
“Satgas ini dibentuk agar program strategis pemerintah dapat diselesaikan tepat waktu, mencapai target, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Airlangga usai Rapat Pimpinan Kick Off Satgas P2SP, Rabu (22/10/2025).
Baca Juga: Airlangga Hartarto Saksikan Akad Massal KUR Rp40 Triliun, Dorong UMKM Naik Kelas
Satgas P2SP akan mengawal sejumlah agenda prioritas, di antaranya Program Paket Ekonomi 8+4+5, Program Stimulus Ekonomi 2025 yang mencakup diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta Program Debottlenecking untuk mengurai hambatan non-tarif dan isu lintas komoditas.
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana pelatihan 500 ribu tenaga kerja bidang pengelasan dan hospitality. Program ini akan dikoordinasikan oleh Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan dukungan anggaran sekitar Rp8 triliun. Pemerintah juga menyiapkan 20 ribu tenaga kesehatan baru melalui program beasiswa yang tengah disusun oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Airlangga memastikan rapat koordinasi Satgas akan dilaksanakan secara berkala guna memperkuat sinkronisasi lintas kementerian.
“Hari ini menjadi pertemuan awal, dan seluruh hasil pembahasan akan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


