“Restrukturisasi keuangan KCJB ini sangat menentukan langkah berikutnya, karena kita ingin mengembangkan kereta cepat Jakarta–Surabaya,” jelasnya.
Menurut AHY, proyek Jakarta–Surabaya memiliki skala yang jauh lebih besar karena akan melintasi sejumlah provinsi serta kabupaten dan kota. Karena itu, perencanaan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari penetapan trase, kesiapan lahan, hingga mitigasi risiko sosial dan teknis.
“Kita harus memastikan rutenya, lahannya, dan seluruh aspek pendukung disiapkan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di masa depan,” tegasnya.
Selain aspek teknis dan keuangan, pemerintah juga akan menjadikan pengalaman pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung sebagai bahan evaluasi. Berbagai praktik terbaik akan diadopsi, sementara kendala yang muncul sebelumnya diupayakan tidak terulang dalam proyek berikutnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


