Sejumlah komoditas ditetapkan sebagai prioritas pengembangan, antara lain kakao, kopi, kelapa, karet, teh, cengkih, lada, serta komoditas bernilai tinggi seperti vanili, pala, dan akar wangi. Khusus kakao, Zulkifli menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan industri nasional dan produksi dalam negeri. “Kebutuhan cokelat kita sangat besar, namun produksi lokal belum mencukupi,” katanya.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, revitalisasi perkebunan rakyat juga diproyeksikan mendukung agenda lingkungan. Pengelolaan lahan secara aktif dinilai mampu merehabilitasi lahan kritis sekaligus mengurangi risiko banjir. “Dengan ditanami komoditas perkebunan, kita menjaga lingkungan dan memastikan rakyat memperoleh penghasilan,” tambah Zulkifli.
Pemerintah berharap penguatan perkebunan rakyat dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi hijau global, dengan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


