“Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan,” katanya.
Menko Polkam juga mengapresiasi penyelenggaraan Executive Town Hall sebagai forum konsolidasi strategis untuk menyatukan visi dan menajamkan arah kebijakan BSSN. Ia menilai forum tersebut penting untuk memastikan kesiapan menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Djamari mengingatkan bahwa ancaman siber bergerak lebih cepat dibanding proses penyusunan regulasi. Tantangan 2026 diperkirakan meningkat seiring munculnya serangan berbasis kecerdasan artifisial, komputasi kuantum, hingga penyalahgunaan deepfake untuk disinformasi berskala besar.
“Saya mengajak seluruh jajaran BSSN menjadi garda strategis bangsa dengan profesionalisme, integritas, dan inovasi,” pungkasnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


