Sabtu, 14 Februari, 2026

Menko PMK Tegaskan Integrasi Data Jadi Kunci Kebijakan Pembangunan Manusia

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa integrasi data lintas kementerian dan lembaga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kebijakan pembangunan manusia yang presisi dan efektif.

Hal itu disampaikan Pratikno saat menjadi pembicara kunci dalam Workshop Pemeriksaan Terinci Tematik Nasional Pembangunan Manusia Semester II Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga: Pemerintah Genjot PHTC, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Kunci SDM Unggu

Menurut Pratikno, koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan data masih menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi.

“Kuncinya adalah data. Kami sangat sadar pentingnya sinkronisasi dan integrasi data, tapi pekerjaan ini sangat menantang di pemerintahan kita sampai saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (24/10/2025).

Ia mencontohkan, berbagai program strategis nasional seperti penanggulangan tuberkulosis (TB), percepatan penurunan stunting, hingga penanganan kebencanaan sangat bergantung pada kualitas dan keterpaduan data. Tanpa sistem data yang terintegrasi, efektivitas kebijakan sulit diwujudkan.

Lebih lanjut, Pratikno menyebut bahwa kemajuan teknologi digital, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar bagi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola data dan pengambilan keputusan berbasis bukti.

“Dengan bantuan teknologi digital dan AI, data bisa sangat mempermudah analisis kebijakan. Tapi masalah paling fundamental tetap integrasi data,” tegasnya.

Menko PMK juga menekankan pentingnya peran BPK dalam mengawal efektivitas kebijakan pemerintah melalui penguatan sistem data lintas sektor. Menurutnya, kebijakan presisi (precision policy) hanya bisa dirancang jika didukung data yang valid, terhubung, dan terverifikasi.

“BPK bisa mengawal integrasi data, karena di situlah letak efektivitas. Dalam isu stunting misalnya, kita perlu menghubungkan antara data anak stunting dan alokasi anggaran agar intervensinya tepat sasaran,” jelasnya.

Pratikno menegaskan, tantangan terbesar pembangunan manusia bukan pada keterbatasan anggaran, melainkan pada ketepatan intervensi yang berbasis data akurat.

“Semua kembali ke satu kata kunci: integrasi data,” ujarnya.

Ia menutup paparannya dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas lembaga.

“Integrasi data adalah totok nadi, tombol, dan saklar bagi kita untuk mengoptimalkan sumber daya yang terbatas dan menyelesaikan persoalan pembangunan manusia yang kompleks,” pungkasnya.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini