Ia menggambarkan dunia eksekutif yang dituntut bergerak cepat dalam merespons persoalan publik. Keputusan harus segera diambil, sementara ekspektasi masyarakat terus meningkat. Namun, Pratikno mengingatkan bahwa kecepatan tanpa panduan berbasis data berisiko menimbulkan masalah baru di masa depan.
Menurutnya, kebijakan yang diambil hari ini sejatinya menentukan kondisi bangsa ke depan. Karena itu, riset dan data harus hadir sebagai kompas agar pemerintah tidak salah arah dalam membuat keputusan strategis.
“Data dan riset adalah menyinari yang gelap bagi kami di eksekutif menjadi terang,” ujarnya.
Pratikno menilai sinergi riset dan kebijakan menjadi kunci agar pembangunan manusia dan kebudayaan mampu menjawab tantangan jangka panjang, bukan sekadar menyelesaikan persoalan sesaat.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


