Ia menambahkan, kemitraan ekonomi tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang membutuhkan dukungan investasi dan perdagangan internasional. EGP dirancang sebagai kerangka kerja praktis dan pro-bisnis, mencakup sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, infrastruktur dan transportasi, pertanian dan pangan, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan rantai pasok.
Pemerintah mencatat Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Nilai perdagangan bilateral pada 2024 mencapai USD2,78 miliar dengan tren meningkat sejak 2020. Sementara realisasi investasi Inggris di Indonesia hingga triwulan III-2025 tercatat sebesar USD402,6 juta.
Secretary Kyle menilai kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama kedua negara dalam memperluas peluang kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan. Kedua pihak sepakat menjadikan kemitraan ini sebagai landasan penguatan hubungan ekonomi jangka panjang.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


