Kamis, 12 Februari, 2026

Menko Airlangga Targetkan Ekonomi 8%, Industri Elektronik Jadi Andalan

TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, daya saing industri, serta penciptaan lapangan kerja berkelanjutan. Di tengah dinamika rantai pasok global, praktik bisnis yang bertanggung jawab dinilai menjadi kunci pertumbuhan inklusif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan. Hal itu disampaikan saat keynote speech virtual dalam forum nasional tripartit tentang Responsible Business Conduct (RBC) dan Human Rights Due Diligence (HRDD) di Jakarta, Kamis (12/02).

“Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun mendatang. Untuk mencapainya, kita perlu mendorong produktivitas nasional melalui pertumbuhan industri dan penyiapan tenaga kerja yang kompeten, termasuk di sektor elektronik sebagai salah satu industri unggulan dalam Making Indonesia 4.0,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Middle Power Global

Ia mengungkapkan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tumbuh 5,11 persen, dengan PDB per tenaga kerja diperkirakan naik lebih dari 3 persen. Sektor elektronik hingga triwulan IV-2025 berkontribusi 1,6 persen terhadap PDB nasional dan tumbuh 4,13 persen (yoy).

Pemerintah mendorong sektor tersebut memperluas keterlibatan dalam Global Value Chain (GVC) dengan mengadopsi prinsip RBC dan HRDD, merujuk pada standar internasional seperti UN Guiding Principles on Business and Human Rights serta deklarasi ILO tentang perusahaan multinasional.

Selain itu, pemerintah mengembangkan ekosistem industri semikonduktor melalui penyusunan roadmap nasional dan kerja sama pendidikan dengan Jerman serta Amerika Serikat guna memperkuat riset dan inovasi.

“Kami berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan daya saing industri sekaligus memastikan kualitas lingkungan kerja yang layak,” pungkasnya.

Pemerintah menekankan kolaborasi tripartit antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja sebagai fondasi membangun rantai pasok yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini