Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus berkelanjutan, sementara realisasi investasi sepanjang 2025 tumbuh dua digit dan cadangan devisa berada pada level tinggi. Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk mendukung investasi strategis, termasuk di sektor energi bersih.
Indonesia juga memiliki potensi energi baru dan terbarukan mencapai 3.686 gigawatt, dengan Kalimantan menyumbang sekitar 517 gigawatt, didominasi energi surya. Pemerintah mendorong pembangunan green super grid, pengembangan biofuel, bahan bakar ramah lingkungan, hingga penerapan teknologi CCS/CCUS untuk menekan emisi industri.
Selain mendorong hilirisasi hijau, transisi ini juga membuka peluang besar penciptaan lapangan kerja. Pemerintah memperkirakan ekonomi hijau dapat menciptakan jutaan pekerjaan baru dalam beberapa tahun ke depan.
“Mahasiswa diharapkan menyiapkan diri untuk mengisi peran strategis dalam ekonomi masa depan,” pungkas Airlangga.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


