Dari sisi kesiapan teknis, pelatihan Petugas Haji Reguler telah diikuti 1.636 peserta dan hampir seluruhnya menuntaskan tahapan pembinaan. Sementara itu, pelunasan biaya haji reguler per 26 Januari 2026 tercatat melampaui kuota, mencapai 209.790 jemaah atau 103,18 persen, ditambah 33.214 jemaah cadangan.
Integrasi data jemaah melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi juga terus dipercepat, termasuk proses pemvisaan dan input data petugas haji.
Pada aspek kesehatan, pemeriksaan istitha’ah telah dilakukan secara nasional. Dari 203.320 jemaah reguler, lebih dari 217 ribu jemaah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah cadangan.
Kemenko PMK menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah, khususnya dalam dukungan transportasi menuju embarkasi.
“Koordinasi akan terus kami perkuat melalui rapat teknis lanjutan,” kata Warsito.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


