TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat strategi pemberdayaan berbasis kawasan guna mengejar target kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026. Upaya tersebut ditegaskan dalam Sarasehan Multi-Stakeholder Monitoring dan Evaluasi Program Kawasan Widuri Kendal dan Kawasan Perdesaan Prioritas Sukorejo–Plasma Petik Sari di Desa Wonosari, Pegandon, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026).
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Abdul Haris menyatakan Kawasan Widuri yang diluncurkan pada 17 September 2025 telah memasuki lima bulan implementasi dan menunjukkan perkembangan signifikan sebagai model kolaboratif pembangunan desa.
“Kawasan Widuri bukan sekadar proyek, melainkan ruang kolaborasi nyata masyarakat, di mana desa-desa sekitar menjadi penerima manfaat sekaligus pelaku utama pembangunan,” ujar Haris.
Baca Juga: Kota Harus Lebih Hijau, Menko AHY Targetkan 30 Persen RTHB
Data sosial ekonomi menunjukkan urgensi intervensi terintegrasi. Di Desa Wonosari, 14,53 persen warga berada pada desil 1, sementara di Kabupaten Kendal mencapai 9,3 persen dan di Jawa Tengah 10,15 persen. Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penciptaan lapangan kerja baru pada 2026 melalui integrasi program dan penguatan ekonomi lokal.


