“Dengan data yang sama, kita tahu di mana kantong-kantong kemiskinan berada. Upaya pemberdayaan ini diarahkan untuk mengangkat saudara-saudara kita dari miskin ekstrem menjadi mandiri,” jelasnya.
Sebanyak 193 lembaga filantropi dan organisasi sosial dilibatkan dalam forum ini dengan matriks kerja terintegrasi untuk menghindari tumpang tindih program. Pendekatan yang diusung menitikberatkan pada transfer aset produktif, peralatan usaha, peningkatan kapasitas, dan penguatan ekonomi keluarga.
Bantuan sosial tetap difokuskan bagi kelompok tidak produktif seperti lansia tunggal, sementara usia produktif diarahkan pada program berkelanjutan. Kemenko PM berharap konsolidasi ini memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


