Selasa, 13 Januari, 2026

Indonesia dan Uni Eropa Sepakati Kemitraan Strategis Lewat IEU-CEPA

TAJUKNASIONAL.COM Di tengah ketidakpastian global yang masih menekan arus perdagangan dan investasi dunia, perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan stabil di atas 5%, inflasi terkendali, dan neraca eksternal yang tetap mencatatkan surplus.

Dalam konteks tersebut, pemerintah memperkuat kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa melalui Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing nasional.

“Uni Eropa merupakan salah satu dari lima mitra dagang terbesar Indonesia, dengan surplus perdagangan mencapai USD4,5 miliar pada 2025. Kesepakatan substansial IEU-CEPA mencakup kerja sama di bidang perdagangan, investasi, kekayaan intelektual, UKM, serta kemitraan digital dan keberlanjutan,” ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam 9th KAS–CSIS Germany–Indonesia Strategic Dialogue, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04% di Kuartal III 2025, Airlangga: Fundamental Kuat

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa IEU-CEPA merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Melalui kesepakatan ini, ekspor Indonesia diproyeksikan meningkat hingga 58%, sementara hubungan ekonomi dengan Uni Eropa bertransformasi dari sekadar mitra dagang menjadi kemitraan investasi strategis.

Selain memperluas akses pasar, IEU-CEPA juga menitikberatkan pada investasi hijau, peningkatan nilai tambah industri, dan kejelasan regulasi. Investor Uni Eropa diharapkan dapat berperan dalam pengembangan hilirisasi mineral kritis dan transisi energi bersih di Indonesia.

Kesepakatan ini juga membuka akses produk halal Uni Eropa ke pasar Indonesia melalui mekanisme sertifikasi bersama, serta memberikan fasilitas bea masuk nol persen bagi komoditas unggulan Indonesia seperti kopi, kakao, karet, minyak sawit, furnitur, dan elektronik.

“Momentum penyelesaian IEU-CEPA harus dimanfaatkan untuk memperdalam kolaborasi ekonomi dengan dunia usaha dan lembaga riset seperti CSIS. Pemerintah terbuka untuk bisnis dan masukan dari semua pihak,” pungkas Airlangga.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini