Rabu, 14 Januari, 2026

Indonesia dan Singapura Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Riset untuk Transformasi Kawasan Transmigrasi

TAJUKNASIONAL.COM – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama strategis dengan Singapura dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, sebagai bagian dari agenda transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal ini mengemuka dalam pertemuan virtual antara Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, dengan Menteri Pertahanan Singapura, Mr. Chan Chun Sing, pada Senin (14/07/2025). Kedua tokoh yang telah saling mengenal sejak 2001 ini membahas potensi kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kawasan transmigrasi.

Dalam dialog tersebut, Mr. Chan menyampaikan kesiapan Singapura untuk mengirimkan 10 peneliti ke kawasan transmigrasi seperti Rempang, asalkan terdapat kerja sama resmi antara universitas di kedua negara. Ia juga mengusulkan pembentukan program double degree magister, pemberian beasiswa, serta riset bersama sebagai bagian dari kemitraan pendidikan antarnegara.

“Jika kerja sama pendidikan dan riset terjalin, kami siap mengirim peneliti untuk tinggal dan bekerja di kawasan transmigrasi. Ini bentuk nyata kontribusi bagi masa depan Indonesia,” ujar Chan.

Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi dua kampus yang diusulkan sebagai mitra awal dalam kerja sama ini, dengan pendekatan Public-Private Partnership (PPP) yang melibatkan sektor akademik, dunia usaha, dan pemerintah dari kedua negara.

Menteri Iftitah menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa kawasan transmigrasi masa kini tidak lagi dipandang sebagai lokasi pemindahan penduduk semata, tetapi sebagai pusat pertumbuhan manusia berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan keadilan sosial.

“Kita sedang membangun kawasan transmigrasi sebagai pusat keunggulan manusia. Infrastruktur penting, tapi ekosistem pengetahuan jauh lebih penting untuk membangun masa depan,” tegas Iftitah.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Transmigrasi sangat terbuka terhadap kolaborasi internasional dan siap menyambut para peneliti asing sebagai bagian dari upaya reformasi dan transformasi sektor transmigrasi.

Selain itu, Pemerintah Singapura juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, serta menjajaki penerapan praktik baik dari Singapura guna meningkatkan daya saing kawasan transmigrasi Indonesia.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Mr. Kwok Fook Seng, turut hadir dalam pertemuan tersebut dan menyampaikan undangan resmi kepada Menteri Iftitah untuk berkunjung ke Singapura dalam waktu dekat, guna memperdalam agenda kerja sama strategis kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transmigrasi diminta segera menyampaikan detail profil kawasan dan kebutuhan riset agar proses pengiriman peneliti bisa segera dimulai.

Kerja sama ini menjadi langkah maju dalam pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu, teknologi, dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat diplomasi pembangunan manusia antara Indonesia dan Singapura.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini