Pada bidang ekonomi, Prabowo menyoroti pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) untuk mengonsolidasikan aset negara sekaligus mempercepat hilirisasi. Tahun ini, pemerintah memulai 18 proyek hilirisasi dan proyek pengolahan sampah menjadi energi senilai 3 miliar dolar AS.
“Indonesia tidak hanya akan menjadi pasar yang menarik, tetapi kami juga berharap Indonesia akan digunakan sebagai basis produksi dan mitra strategis kawasan,” katanya.
Presiden juga menegaskan komitmen pada keterbukaan investasi, penguatan infrastruktur-logistik, konektivitas rantai pasok, serta transisi energi yang realistis dan berkelanjutan. Arah pembangunan tersebut, tegasnya, dirancang cepat namun tetap layak secara ekonomi guna mendorong Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


