TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi tonggak penting transformasi energi nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peresmian RDMP di Balikpapan, Senin (12/1/2026).
RDMP Balikpapan merupakan proyek strategis nasional yang memodernisasi kilang terbesar di Indonesia. Proyek ini meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari serta meningkatkan kualitas BBM dari standar Euro 2 ke Euro 5 yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“RDMP Balikpapan adalah wujud komitmen pemerintah membangun kemandirian energi nasional sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih bagi masyarakat,” ujar AHY.
Baca Juga: Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, AHY: Investasi SDM Menuju Indonesia Emas
Menko AHY menekankan, proyek bernilai investasi sekitar USD 7,4 miliar ini juga mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional. Peningkatan produksi LPG hingga 384 ribu ton per tahun dinilai mampu menekan ketergantungan impor serta memperkuat industri energi dalam negeri.
Selain itu, RDMP Balikpapan mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri lebih dari 35 persen dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja selama masa konstruksi, memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan kilang modern harus berjalan seiring dengan pengembangan energi terbarukan. “Kita ingin menghasilkan energi kita sendiri dan tidak bergantung pada impor,” tegas Presiden.
Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur energi ke depan tidak hanya berorientasi pada kapasitas produksi, tetapi juga keberlanjutan, daya saing nasional, dan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


