Sebagai langkah utama, pemerintah mendorong percepatan pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall dengan pendekatan kombinasi. Strategi tersebut menggabungkan tanggul pantai dan tanggul laut lepas untuk memberikan perlindungan menyeluruh, terutama di kawasan Teluk Jakarta sepanjang 46 kilometer.
“Kami merancang strategi kombinasi infrastruktur tanggul untuk proteksi yang lebih komprehensif,” kata AHY.
Selain infrastruktur buatan, pemerintah juga menyiapkan solusi berbasis alam melalui rehabilitasi dan penanaman mangrove di wilayah pesisir sebagai pemecah gelombang alami. Upaya serupa direncanakan berlangsung paralel di sejumlah wilayah rawan banjir di Jawa Tengah, seperti Kendal, Semarang, dan Demak.
AHY menegaskan, proyek pengamanan Pantura merupakan pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan perencanaan matang, teknologi tepat guna, serta pembiayaan kolaboratif dari APBN, APBD, KPBU, hingga investasi. “Ini bukan proyek satu atau dua tahun, tetapi untuk menyelamatkan generasi masa depan,” tutupnya.
Langkah mitigasi ini mengemuka setelah banjir melanda sejumlah wilayah Pantura, termasuk Jakarta Utara, Kendal, dan Pekalongan, yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


