TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk menuntaskan pembangunan di enam provinsi di Tanah Papua. Pernyataan itu disampaikan AHY dalam konferensi pers usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para pimpinan daerah se-Tanah Papua di Jakarta.
Rakor tersebut digelar untuk menyelaraskan strategi pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam bidang infrastruktur dan pemerataan ekonomi. “Kami mendengarkan langsung masukan, aspirasi, hingga kritik dari para kepala daerah agar pelaksanaan kebijakan di lapangan lebih efektif,” ujar AHY.
Baca Juga: AHY Tegaskan Penyelesaian Trans-Papua Jadi Kunci Pemerataan Pembangunan di Kawasan Timur
Dalam forum itu, AHY menyoroti empat isu utama pembangunan Papua. Pertama, pembukaan kawasan ekonomi baru sebagai motor penggerak pertumbuhan lokal. Kedua, percepatan proyek Trans-Papua, yang disebutnya sebagai backbone konektivitas darat dan penguat ekonomi wilayah timur.
“Tadi kami membahas bagaimana menyelesaikan Trans-Papua sebagai tulang punggung konektivitas sekaligus pendorong pemerataan ekonomi,” kata AHY.
Ketiga, integrasi konektivitas udara dan laut untuk menekan biaya logistik yang masih tinggi. Ia mencontohkan, harga satu sak semen di Papua Pegunungan bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. “Ini beban berat bagi masyarakat, maka akses harus diperkuat,” ujarnya.
Isu keempat adalah pembangunan infrastruktur dasar dan kawasan transmigrasi, yang meliputi penyediaan perumahan dan fasilitas publik. AHY menegaskan, pembangunan di Papua tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga martabat warga negara.
“Papua adalah tanah yang mulia. Sumber daya alamnya harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyatnya,” tegas AHY.
Ia menutup dengan pesan bahwa kesejahteraan dan keadilan adalah fondasi stabilitas nasional. “Kalau kesejahteraan dan keadilan terwujud, maka keamanan dan stabilitas politik akan terjaga. Indonesia adalah Papua, Papua adalah Indonesia,” pungkasnya.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


