Senin, 2 Februari, 2026

AHY Targetkan Logistik Murah dan Merata: “Bukan Sekadar Pertumbuhan, Tapi Keadilan!”

TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah menargetkan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan terintegrasi sebagai fondasi pemerataan ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus tersebut kembali ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat membuka ALFI Convex 2025 yang mempertemukan pelaku usaha logistik, kementerian/lembaga, dan asosiasi industri.

AHY menilai kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi momentum penting untuk mempercepat perbaikan rantai pasok nasional. Ia menyebut ALFI Convex 2025 sebagai ruang strategis untuk merumuskan solusi atas tingginya biaya logistik dan belum meratanya konektivitas antarwilayah.

“Kami mewakili pemerintah menyambut baik inisiatif ALFI yang terus berupaya memperkuat ekosistem logistik nasional,” kata AHY.

Baca Juga: Pelaku Usaha Dukung Kebijakan Zero ODOL , Menko AHY Optimis Peluang Investasi Logistik Capai Rp48 Triliun

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bermakna bila tidak diikuti dengan pemerataan kesejahteraan. Pemerintah menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus mampu menghadirkan keadilan sosial, terutama bagi wilayah yang masih tertinggal.

“Yang kita kejar bukan hanya pertumbuhan, melainkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

AHY menambahkan bahwa pemerintah kini mempercepat pengembangan konektivitas multimoda—darat, laut, udara, dan perkeretaapian—sebagai langkah menekan biaya logistik serta mempersempit disparitas wilayah, khususnya Indonesia bagian timur.
“Berbicara konektivitas, kita butuh sistem yang memiliki daya saing dari barat sampai timur Indonesia,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, AHY juga menyinggung penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang ditargetkan efektif diberlakukan pada Januari 2027. Penegakan kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga umur infrastruktur dan menekan kerugian ekonomi akibat kendaraan yang tidak sesuai standar.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini