TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah memastikan penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini beralih dari tahap tanggap darurat menuju percepatan rekonstruksi yang lebih terarah. Fokus utama diarahkan pada pemulihan infrastruktur dasar guna menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas awal agar akses masyarakat tidak terhambat. Infrastruktur konektivitas dinilai krusial untuk mempercepat distribusi bantuan sekaligus mendukung pemulihan ekonomi lokal.
“Langkah berikutnya yang paling mendesak setelah tahap tanggap darurat adalah rekonstruksi yang terencana dan terukur. Kita ingin memastikan semua sarana umum kembali berfungsi dengan baik,” kata AHY, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: Menko AHY: Pemulihan Infrastruktur Jadi Kunci Bangkitnya Sumatera Pascabencana
Untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, pemerintah mendorong optimalisasi pengerahan alat berat ke titik-titik terdampak. Strategi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan fasilitas publik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain infrastruktur fisik, pemenuhan kebutuhan dasar warga juga menjadi perhatian. Dukungan terhadap penyediaan perumahan sementara dan akses air bersih terus diperkuat guna menjaga kesehatan lingkungan di masa pemulihan.
Di sisi konektivitas digital, layanan telekomunikasi diperluas dengan penyediaan puluhan access point serta penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan mobile BTS, khususnya di kawasan hunian sementara.
Pemerintah menargetkan ribuan unit Hunian Sementara (Huntara) di wilayah terdampak bencana dapat segera ditempati dalam beberapa bulan ke depan. Sinergi lintas kementerian dan dukungan BUMN diharapkan menjaga percepatan rekonstruksi tetap berjalan sesuai target.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI


