TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) merupakan proyek strategis berskala besar yang membutuhkan perencanaan matang dan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa.
Pernyataan itu disampaikan AHY di sela kegiatan Gala Dinner APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta, Senin (9/2/2026). AHY menekankan pentingnya kehati-hatian agar proyek tidak menimbulkan persoalan strategis maupun teknis di kemudian hari.
Pemerintah, kata AHY, akan mengawal secara ketat rencana pembangunan GSW Jakarta yang ditargetkan memulai groundbreaking pada September 2026. Pengawalan dilakukan melalui badan otorita khusus pengelolaan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) serta koordinasi lintas kementerian.
Ia menjelaskan, proyek GSW tidak hanya melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga pemerintah daerah lain di sepanjang Pantura Jawa. Wilayah yang terlibat antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, mengingat dampak penurunan permukaan tanah dan degradasi ekologi terjadi di banyak daerah pesisir.
AHY menegaskan, kompleksitas proyek menuntut pelaksanaan yang disiplin dan terencana. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai desain awal tanpa menambah kerumitan yang tidak perlu.
Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI Jakarta masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait pelaksanaan proyek GSW. Sambil menunggu, Pemprov DKI fokus menyelesaikan proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan pantai utara Jakarta, termasuk fase Ancol yang telah rampung dan memasuki tahap penataan kawasan.


