TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa percepatan dekarbonisasi sektor transportasi menjadi langkah mendesak dalam merespons krisis iklim global. Pemerintah menilai transportasi sebagai salah satu kontributor utama emisi karbon yang perlu segera ditangani melalui kebijakan terintegrasi.
Penegasan tersebut disampaikan AHY saat town hall meeting bersama para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha, hingga akademisi, di Jakarta, Senin (26/1/2026). Ia menyebut produksi dan penggunaan energi berbasis karbon masih menjadi faktor dominan yang berada dalam kendali manusia.
“Di antara faktor yang sangat menentukan dan itu dalam kontrol manusia adalah bagaimana kita memproduksi karbon,” ujar AHY.
Baca Juga: Dekarbonisasi Masuk RUU Sistranas, AHY Siapkan Arah Baru Transportasi Nasional
Berdasarkan pemetaan pemerintah, sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca nasional. Dari sektor tersebut, transportasi menempati posisi ketiga penyumbang emisi karbon setelah minyak dan gas serta manufaktur. AHY menyebut sekitar 22 persen emisi karbon di sektor energi berasal dari aktivitas transportasi.


