Jarak antara Leang-leang, Maros, menuju Balocci, Pangkep, diperkirakan sekitar 18 kilometer.
Medan terjal, vegetasi lebat, serta kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam proses pencarian pesawat ATR 42-500 tersebut.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa penghentian sementara pencarian dilakukan demi keselamatan personel di lapangan. Meski demikian, upaya pemantauan tetap dilakukan.
Baca Juga : Mengenal Pesawat Pengebom B-2 Spirit yang Melintas saat Pertemuan Trump-Putin di Alaska
“Petugas sempat melihat satu titik merah yang dicurigai sebagai serpihan pesawat,” ungkapnya.
Informasi mengenai dugaan temuan serpihan tersebut masih dalam tahap verifikasi. Tim SAR Gabungan berencana melanjutkan pencarian begitu kondisi cuaca memungkinkan dan visibilitas membaik.
Hingga kini, pesawat ATR 42-500 tersebut masih belum ditemukan secara pasti, sementara proses penyelidikan penyebab hilang kontak masih terus berlangsung.
Perkembangan terbaru pencarian pesawat ini menjadi perhatian luas, mengingat adanya dugaan pesawat membawa pejabat kementerian serta ditemukannya logo KKP pada serpihan yang diduga berkaitan dengan pesawat tersebut.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


