Banyak yang menyebutnya sebagai “idola finansial baru” yang membawa nuansa segar dalam birokrasi ekonomi Indonesia, bahkan ada akun media sosial yang khusus dibuat untuk para penggemarnya, meski identitas pembuatnya tidak diketahui.
Sejak resmi menjabat Menkeu, Purbaya langsung menorehkan kebijakan yang menyita perhatian, seperti relokasi Rp200 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke bank-bank milik negara untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit.
Langkah ini memunculkan istilah “Efek Purbaya” (Purbaya Effect), yang merujuk pada reaksi pasar terhadap kebijakan fiskal baru di bawah kepemimpinannya. Pada hari pertamanya menjabat, IHSG sempat melemah 1,78%, mencerminkan keraguan investor, sementara nilai tukar Rupiah relatif stabil.
Baca juga: Prabowo Subianto Ulang Tahun ke-74, Ini Profil dan Silsilah Darah Biru Presiden RI
Tantangan Purbaya sebagai Menkeu adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman luas di sektor publik maupun swasta, publik menaruh harapan besar agar Purbaya mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, namun tetap realistis.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


