Senin, 5 Januari, 2026

Pemerintah Tarik Rp75 Triliun dari Bank, Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Tumbuh 6 Persen

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah menarik dana sebesar Rp75 triliun dari total Rp276 triliun dana negara yang sebelumnya ditempatkan di sistem perbankan.

Dana tersebut selanjutnya digunakan kembali untuk belanja negara guna mendukung aktivitas ekonomi pemerintah pusat dan daerah.

“Sekarang di bank ada Rp201 triliun, yang Rp75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi. Jadi masuk ke sistem tapi enggak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi,” kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp276 triliun yang bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sejumlah bank. Dana tersebut ditempatkan di lima Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan satu bank pembangunan daerah (BPD).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Rp2 Triliun untuk Pembiayaan Ekspor Furnitur Lewat LPEI

Rinciannya, Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank DKI Rp1 triliun.

Purbaya menjelaskan, penarikan sebagian dana tersebut dilakukan agar anggaran dapat segera dibelanjakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui belanja pemerintah yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian.

Namun demikian, Menkeu mengakui bahwa kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan belum memberikan dampak maksimal terhadap penyaluran kredit.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per Oktober 2025, pertumbuhan kredit perbankan tercatat sebesar 7,36 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Menurut Purbaya, kondisi tersebut terjadi akibat belum sepenuhnya sinkronnya kebijakan antara pemerintah dan bank sentral dalam mendorong likuiditas dan pembiayaan sektor riil.

“Injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Harusnya ekonomi lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan bank sentral yang sekarang sudah dibereskan,” ujarnya.

Ia menegaskan, koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia kini telah diperbaiki.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Alokasikan Rp60 Triliun untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Dalam dua minggu terakhir, bank sentral disebut mulai memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan fiskal pemerintah sehingga likuiditas di sistem perekonomian semakin longgar.

“Beberapa dua minggu terakhir, bank sentral sudah mendukung kebijakan kami. Artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian, jadi Anda enggak usah takut ekonomi kita akan melambat,” kata Purbaya.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini