Minggu, 1 Februari, 2026

Longsor dan Banjir Bandang Terjang Cisarua Bandung Barat, 4 Tewas dan 89 Orang Masih Dicari

TAJUKNASIONAL.COM Bencana longsor disertai banjir bandang kembali terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Peristiwa ini berdampak serius terhadap permukiman warga, terutama di jalur Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu.

Sejumlah rumah dilaporkan tertimbun material longsoran, sementara upaya pencarian korban masih berlangsung hingga Sabtu pagi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika warga mendengar suara gemuruh yang cukup keras sebelum longsoran besar meluncur dari titik awal di Kampung Pasirkuning dan menerjang area permukiman hingga ke Kampung Pasir Kuda.

Baca Juga: DPR RI Soroti Dapur MBG, Sanitasi SPPG Dinilai Berisiko bagi Kesehatan

Kapolsek Cisarua A. Y. Yogaswara mengatakan warga sempat mengecek sumber suara sebelum menyadari tanah bergerak dari arah perbukitan.

“Sebelum kejadian, warga mendengar suara gemuruh cukup kuat. Setelah dicek, terlihat material tanah bergerak dari arah Pasirkuning hingga Pasir Kuda,” kata Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, saat dihubungi.

Dampak bencana ini tergolong besar. Sekitar 30 rumah dilaporkan tertimbun material longsor.

Data sementara mencatat 114 warga terdampak, dengan rincian 21 orang berhasil ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan sekitar 89 orang masih dalam pencarian.

Angka ini bersifat sementara karena proses evakuasi dan pendataan masih terus berjalan di lapangan.

Kapolsek menyampaikan, tim gabungan hingga saat laporan terakhir dibuat masih melakukan penyisiran dan evakuasi di lokasi terdampak.

“Korban hingga saat ini masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang,” ujar Yogaswara dalam laporan resminya, Sabtu pagi.

Baca Juga: Menko AHY: Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Maros Perlu Operasi Khusus Basarnas

Menurutnya, pekerjaan di lapangan tidak mudah. Ketebalan material longsor, medan yang berat, serta kondisi sekitar lokasi menjadi tantangan besar bagi petugas.

“Kami bersama unsur terkait terus berupaya maksimal meskipun kondisi di lapangan cukup sulit,” katanya.

Saat ini aparat kepolisian bersama tim gabungan masih melakukan pengamanan lokasi, pengaturan akses keluar-masuk area bencana, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat.

Di sisi lain, warga yang tinggal di sekitar titik longsoran diimbau untuk menjauhi area rawan dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi tanah yang labil setelah hujan deras dapat memicu longsor lanjutan.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini