Minggu, 1 Februari, 2026

Ledakan Hebat Guncang Iran di Akhir Januari 2026, Korban Tewas Berjatuhan

TAJUKNASIONAL.COM Sejumlah Insiden keamanan kembali mengguncang sejumlah wilayah di Iran !

Ledakan, disebut terjadi di beberapa wilayah di negeri para Mullah (julukan Iran) pada Sabtu (31/1/2026) kemarin

Dan mengakibatkan sejumlah korban tewas!

Ledakan besar satu di antaranya terpantau di wilayah pelabuhan di Kota Bandar Abbas, Iran.

Itu adalah pelabuhan kontainer terpenting di Iran !

Terletak di Selat Hormuz, Bandar Abbas menjadi jalur air vital antara Iran dan Oman.

Baca Juga: Iran Diguncang Ledakan Dahsyat, Pelabutan Utama hingga Kota Perbatasan Menggelegar

Pada jalur inilah, hampir seperlima dari transportasi minyak dunia yang diangkut melalui laut.

Dirangkum dari Tasnim, ledakan di Iran tersebut juga melukai 14 orang lainnya.

Ledakan yang membuat pihak berwenang di Iran bergerak cepat menyelidiki penyebabnya.

Sementara itu, ledakan di wilayah lain di Iran juga terpantau terjadi dalam waktu tak berjauhan.

Satu di antaranya di Kota Ahvaz, yang mengakibatkan sedikitnya 4 orang meninggal dunia.

Ledakan di kota yang berbatasan dengan Irak tersebut menjadi insiden mematikan lainnya di Iran pada penghujung Januari 2026 ini.

Ketegangan dengan Amerika Serikat Melesat

Insiden ledakan itu sejauh ini belum diumumkan apa yang menjadi sebabnya.

Dan siapa yang ada di baliknya sebagai dalang.

Namun ledakan yang terjadi seiring meningkatnya ketengan antara Tehran Iran dengan Washington Amerika Serikat itu memunculkan sejumlah spekulasi liar!

Beberapa waktu lalu, sekitar 22 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump sempat mengancam negara teluk yang dipimpin Presiden Masoud Pezeshkhian itu dengan serangan militer langsung.

Menargetkan pasukan keamanan Iran.

Sebagaimana yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela beberapa waktu lalu dalam aksi koboi menangkap sang Presiden Venezuela, Nocolas Maduro.

Sebuah ancaman yang langsung direspon keras Presiden Masoud Pezeshkhian !

Presiden Masoud Pezeshkhian menuduh Amerika Serikat dan Israel berkolaborasi sama-sama mendalangi kekacauan di Iran.

Termasuk dalam peristiwa demonstarasi berdarah di Iran Januari 2026 lalu.

Sebuah gelombang protes besar di Iran yang sudah dimulai sejak Desember 2025 tahun lalu. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini