Dalam salah satu tayangan, tampak seorang bocah kecil diangkat dari reruntuhan dengan tubuh berdebu dan penuh luka, sementara tangis kesakitan terdengar di latar belakang.
Serangan ini memicu kemarahan dan kekecewaan warga Gaza, yang sebelumnya sempat berharap pada masa tenang usai gencatan senjata disepakati.
Baca Juga:Gelombang Penolakan Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta 2025
Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera dari Gaza serta masuknya bantuan kemanusiaan sebanyak 400 truk per hari selama lima hari pertama.
Namun, pelanggaran gencatan senjata ini menambah daftar panjang penderitaan warga Gaza yang telah berlangsung sejak agresi Israel dimulai pada 7 Oktober 2023.
Menurut data lembaga kemanusiaan internasional, lebih dari 67 ribu warga Palestina telah tewas sejak konflik dimulai, sementara ribuan lainnya masih hilang dan diperkirakan tertimbun reruntuhan.
Masyarakat internasional mendesak agar kedua pihak segera menegakkan kembali komitmen gencatan senjata demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


