12. PT. Anugerah Rimba Makmur – 49.629 Ha
13. PT. Hutan Barumun Perkasa – 11.845 Ha
14. PT. Salaki Summa Sejahtera – 47.605 Ha
15. PT. Minas Pagai Lumber – 78.000 Ha
16. PT. Putra Lika Perkasa – 10.000 Ha
17. PT. Gunung Raya Utama Timber – 106.930 Ha
Baca Juga: Harumkan Merah Putih, Presiden Prabowo Serahkan Bonus kepada Atlet Peraih Medali SEA Games 2025
18. PT. Sumatera Riang Lestari – 173.971 Ha
19. PT. Tanaman Industri Lestari Simalungun – 2.786 Ha
20. PT. Sumatera Sylva Lestari – 42.530 Ha
21. PT. Teluk Nauli – 83.143 Ha
22. PT. Aceh Nusa Indrapuri – 97.905 Ha
Sementara 6 Badan Usaha Non Kehutanan yang juga dicabut daftarnya adalah sebagai berikut:
1. PT. North Sumatra Hydro Energy (IUP PLTA)
2. PT. Ika Bina Agro Wisesa (IUP Kebun)
3. PT. Inang Sari (IUP Kebun)
4. CV. Rimba Jaya (PBPHHK)
Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun dengan CEO Danantara di Hambalang
5. PT. Perkebunan Pelalu Raya (IUP Kebun)
6. PT. Agincourt Resources (IUP Tambang).
Demikian dafgtar 28 perusahaan yang dicabut izin operasinya oleh Pemerintah Indonesia imbas bencana alam Aceh-Sumatra lalu. (*)


