TAJUKNASIONAL.COM Pencalonan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) turut menyorot laporan harta kekayaan miliknya.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Adies Kadir sebagai calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggantikan Arief Hidayat yang akan memasuki masa pensiun pada Februari mendatang.
Persetujuan tersebut diberikan dalam rapat paripurna DPR yang dipimpin Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, Selasa (27/1).
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di laman e-LHKPN KPK, Adies memiliki total kekayaan senilai Rp14.391.000.000 atau sekitar Rp14,3 miliar.
Laporan tersebut disampaikan Adies pada 31 Desember 2024, saat awal menjabat di DPR RI. Dalam laporan itu, Adies tercatat tidak memiliki utang, sehingga seluruh nilai harta merupakan aset bersih.
Baca Juga:Â Adies Kadir: Penyelenggaraan Haji 2025 Sarat Masalah, Kemenag Gagal Antisipasi
Porsi terbesar kekayaan Adies berasal dari aset tanah dan bangunan. Ia tercatat memiliki lima bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp6,496 miliar. Mayoritas aset properti tersebut berlokasi di Surabaya dan diperoleh dari hasil usaha pribadi.
Selain properti, Adies juga memiliki empat unit kendaraan bermotor dengan total nilai Rp3,05 miliar.
Kendaraan termahalnya adalah Defender Land Rover Jeep tahun 2021 yang ditaksir bernilai Rp1,55 miliar. Kepemilikan mobil tersebut kerap menjadi sorotan publik, mengingat posisinya sebagai pejabat negara.
Dalam LHKPN, Adies juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp1,645 miliar. Kategori ini mencakup berbagai aset non-properti dan non-kendaraan yang sah dimiliki.
Selain itu, ia memiliki kas dan setara kas sebesar Rp3,2 miliar, yang menunjukkan likuiditas keuangan cukup kuat.
Baca Juga:Â Adies Kadir Kritisi Kebijakan Trump yang Memicu Pelemahan Rupiah dan Ketidakpastian Ekonomi Global
Menariknya, Adies tercatat tidak memiliki surat berharga, seperti saham atau obligasi, dalam laporan kekayaannya. Hal ini menandakan portofolio kekayaannya lebih didominasi oleh aset riil dan simpanan tunai.
Sebagai pejabat publik yang kini dicalonkan menjadi hakim MK, transparansi kekayaan Adies menjadi perhatian penting.


