TAJUKNASIONAL.COM Lembaga Indekstat merilis survei peta elektoral awal 2026 yang ikut memotret peta kekuatan partai politik menuju Pemilu 2029.
Di tengah dominasi Gerindra, Partai Demokrat berada di papan tengah dengan elektabilitas 6,9 persen dalam simulasi tertutup angka yang menempatkan Demokrat di jajaran empat besar, tetapi sekaligus menandai pekerjaan rumah besar dalam penguatan basis pemilih.
Hasil survei tersebut dipaparkan Head of Politic Indekstat, Saiful Muhjab, dalam konferensi pers daring pada Kamis (12/2/2026).
Dalam pemetaan partai, Indekstat mencatat Gerindra memimpin dengan 37,0 persen, disusul PDIP 7,9 persen dan PKB 7,7 persen.
Baca Juga: Profil Merry Riana Sang Motivator Ternama Resmi Gabung Partai Demokrat
Partai Demokrat menguntit di posisi berikutnya dengan 6,9 persen, sementara Golkar 5,8 persen, PKS 5,3 persen, dan PAN 3,9 persen.
Sorotan utama bagi Demokrat bukan hanya posisinya yang berada di kelompok atas “klaster menengah”, melainkan faktor yang mendorong pemilih menentukan pilihan partai.
Saiful menegaskan efek figur masih jadi penentu.
“Menariknya, alasan utama masyarakat dalam memilih partai politik sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis 48,1% yakni ketertarikan pada figur calon yang diusung oleh partai tersebut 27,9%,” Ujarnya.
Bagi Partai Demokrat, temuan ini penting karena mengindikasikan daya tarik figur tetap menjadi mesin utama elektabilitas.

Artinya, strategi partai tidak cukup bertumpu pada kerja-kerja struktural, tetapi juga perlu memastikan figur yang diusung mampu menjangkau pemilih lintas segmen.
Di sisi lain, dinamika “loyalitas pemilih” juga menjadi catatan. Indekstat menyebut secara nasional ada 72,0 persen pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya.
Baca Juga: Daftar Nama 48 Kader Baru Partai Demokrat Termasuk Merry Riana, Resmi Mendapatkan KTA dari AHY
Namun, pada pemetaan loyalis yang disebut secara spesifik, Partai Demokrat tidak termasuk dalam daftar kelompok pemilih paling loyal yang menonjol (misalnya PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, dan Nasdem).
Kondisi ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa ruang pertumbuhan Demokrat masih terbuka, tetapi rawan tergerus jika tidak cepat mengunci basis dan mempertegas diferensiasi isu.


