Minggu, 1 Februari, 2026

Cegah Paparan Konten Berbahaya, Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak di Dunia Maya

TAJUKNASIONAL.COM Indonesia menghadapi ancaman serius terkait paparan konten pornografi anak di dunia maya.

Berdasarkan survei National Center for Missing & Exploited Children, Indonesia menempati peringkat keempat di dunia dan kedua di kawasan ASEAN dalam jumlah kasus pornografi anak.

Laporan Transparency Report juga menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemblokiran konten pornografi anak terbanyak sejak kuartal II-2022 hingga kuartal I-2024.

Baca juga: Profil Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

Sementara itu, studi UNICEF mengungkapkan bahwa 89 persen anak-anak di Indonesia menggunakan gawai pintar rata-rata 5,4 jam per hari, dan sebanyak 50,3 persen di antaranya pernah melihat konten bermuatan seksual.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

PP TUNAS mengatur batas usia minimum bagi pengguna media sosial dengan mempertimbangkan klasifikasi usia anak dan risiko keamanan digital.

Selain itu, aturan ini juga mencakup upaya pencegahan, penanganan, pengawasan, serta pemberian sanksi bagi penyelenggara sistem elektronik yang melanggar ketentuan perlindungan anak.

Baca juga: 31 Ribu Rekening Terendus Judi Online! Menkomdigi Meutya Hafid Langsung Laporkan ke OJK

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan berkolaborasi dengan berbagai platform media sosial untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang lebih ketat guna mencegah pembuatan akun oleh pengguna di bawah umur.

Hingga Agustus 2025, sejumlah platform digital mulai memperkenalkan produk yang lebih ramah anak, seperti Instagram for Teens, sebagai bagian dari komitmen global untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.

Dengan hadirnya PP TUNAS, pemerintah berharap dunia digital di Indonesia dapat menjadi ruang yang lebih aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara positif.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini