TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Vietnam resmi memperketat regulasi terkait penggunaan rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan.
Melalui kebijakan terbaru, individu maupun pemilik tempat yang mengizinkan aktivitas tersebut kini terancam sanksi denda hingga 10 juta dong atau sekitar Rp6 juta.
Kebijakan pengetatan ini tertuang dalam Dekret 371 yang baru diterbitkan pemerintah Vietnam.
Aturan tersebut mengatur sanksi tegas tidak hanya bagi pengguna rokok elektronik, tetapi juga bagi pihak yang menyediakan atau membiarkan penggunaan produk tembakau alternatif di area milik atau kelolaannya.
Berdasarkan dekret tersebut, pengguna rokok elektronik atau produk tembakau yang dipanaskan dapat dikenai denda mulai dari tiga juta hingga lima juta dong atau setara Rp1,9 juta hingga Rp3,2 juta.
Selain denda, aparat berwenang juga akan menyita dan memusnahkan produk yang terbukti melanggar ketentuan.
Tidak berhenti di situ, regulasi baru ini juga menyasar pemilik atau pengelola tempat.
Individu yang mengizinkan penggunaan vape atau tembakau yang dipanaskan di properti mereka akan dikenakan denda lebih berat, yakni lima juta hingga 10 juta dong atau sekitar Rp3,2 juta hingga Rp6 juta.
Sanksi bahkan lebih besar diberlakukan terhadap organisasi atau badan usaha. Untuk pelanggaran yang sama, organisasi dapat dikenai denda dua kali lipat, dengan nilai maksimal mencapai 20 juta dong atau sekitar Rp12 juta.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Vietnam dalam mengendalikan peredaran dan penggunaan produk tembakau alternatif.
Rokok elektronik sendiri merupakan perangkat yang bekerja dengan cara memanaskan cairan, baik yang mengandung nikotin maupun tidak, hingga menghasilkan aerosol yang dihirup penggunanya.
Sementara itu, produk tembakau yang dipanaskan menggunakan tembakau olahan khusus tanpa melalui proses pembakaran.
Pejabat Vietnam menilai keberadaan produk-produk tersebut menimbulkan tantangan baru dalam pengawasan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Ditahan Imbang Vietnam, Timnas Futsal Indonesia U-16 Kokoh di Puncak Klasemen Piala AFF
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan rokok elektronik mengalami peningkatan signifikan, terutama di kalangan generasi muda dan remaja.
Pemerintah Vietnam menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari upaya pengetatan pengawasan dan perlindungan kesehatan publik.


