Rabu, 14 Januari, 2026

Thailand Laporkan 12 Korban Tewas dan 199 Ribu Pengungsi Akibat Serangan Kamboja

TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Pertahanan Thailand melaporkan eskalasi konflik dengan Kamboja kembali menelan korban jiwa.

Per Kamis (11/12), sembilan tentara dan tiga warga sipil Thailand dinyatakan tewas dalam bentrokan di beberapa titik perbatasan.

Informasi tersebut dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda Surasan Kongsiri.

“Tiga warga sipil tewas, sembilan tentara tewas, sekitar 120 tentara terluka,” ujar Surasan dalam laporan yang dikutip dari The Nation.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding laporan sebelumnya, seiring memanasnya situasi di lapangan.

Selain korban jiwa, Kementerian Pertahanan Thailand mengungkapkan bahwa 199.618 warga terpaksa mengungsi dari daerah rawan konflik.

Baca Juga: Serangan Militer AS di Pasifik Tewaskan 4 Orang, Dikecam sebagai Kejahatan Perang

Mereka kini tersebar di 849 pusat evakuasi yang dibuka pemerintah di provinsi-provinsi perbatasan.

Pemerintah Thailand menyebut gelombang pengungsian besar ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Surasan menuding pasukan Kamboja terus melancarkan serangan besar-besaran menggunakan berbagai alat tempur berat, seperti peluncur roket multi-laras BM-21, drone kamikaze, hingga mortir.

Serangan-serangan ini disebut dilakukan tanpa jeda sejak bentrokan kembali pecah pekan lalu.

Di sisi lain, Surasan menjelaskan bahwa Angkatan Laut Kerajaan Thailand masih menjalankan operasi di bawah kampanye Penindasan Musuh di Trat, salah satu wilayah yang menjadi titik panas konflik.

Menurutnya, Angkatan Darat dan Angkatan Laut Thailand bergerak maju sesuai rencana operasional dan telah mencatat kemajuan signifikan.

Sementara itu, Angkatan Udara Kerajaan Thailand juga disebut memberikan dukungan udara efektif untuk memperkuat pergerakan pasukan darat.

Dukungan tersebut mencakup pengintaian, penyerangan taktis, serta perlindungan jalur evakuasi warga sipil.

Konflik Thailand dan Kamboja kembali pecah sejak pekan lalu setelah sebelumnya terjadi sejumlah ketegangan di perbatasan.

Baca Juga: Donald Trump Akan Bertemu Xi Jinping di Korea Selatan Bahas Perang Dagang

Thailand mengklaim bahwa Kamboja telah menggunakan peluncur roket RM-70, roket BM-21, dan drone kamikaze dalam serangan-serangan awal.

Bentrokan pekan lalu menewaskan setidaknya tujuh warga sipil dan tiga tentara Thailand.

Konflik kedua negara sebenarnya juga sempat pecah pada Juni lalu dan berlangsung selama empat hari. Setelah itu, Malaysia selaku ketua ASEAN saat itu memediasi negosiasi hingga kedua pihak menyepakati gencatan senjata.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_imgspot_img
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini