TAJUKNASIONAL.COM Gelombang kekerasan kembali menandai rapuhnya situasi di Jalur Gaza, bahkan ketika gencatan senjata disebut telah memasuki fase lanjutan.
Di lapangan, warga sipil masih menghadapi risiko serangan dan ketidakpastian akses bantuan, sementara Israel dan Hamas saling menuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan.
Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan serangan udara Israel pada Sabtu (31/1) telah menewaskan 28 orang di Gaza.
Israel menyatakan serangan itu merupakan respons atas pelanggaran gencatan senjata dari Hamas.
Sejumlah media internasional juga melaporkan serangkaian serangan mematikan di beberapa titik di Gaza pada akhir pekan ini, di tengah gencatan senjata yang kembali diperdebatkan.
Baca Juga: Donald Trump Undang Lebih dari 60 Negara Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Ikut Diundang
Meski gencatan senjata yang dimediasi AS sudah memasuki fase kedua pada awal bulan ini, kekerasan di wilayah Palestina terus berlanjut.
Israel dan Hamas saling menuduh melanggar perjanjian gencatan senjata.
Laporan Al Jazeera menyebut fase kedua menyoroti isu demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi—namun penuh ketidakpastian di lapangan.
Pertumpahan darah terbaru ini terjadi setelah Israel mengumumkan akan membuka kembali penyeberangan Rafah yang penting antara Gaza dan Mesir pada Minggu untuk “pergerakan orang yang terbatas”.
Sejumlah laporan menjelaskan Rafah—gerbang keluar utama Gaza—akan dibuka kembali dengan pembatasan tertentu, terutama terkait pergerakan warga dan prosedur pemeriksaan.
“Dua puluh delapan orang telah ditemukan, seperempatnya adalah anak-anak, sepertiganya adalah perempuan, dan satu orang tua,” kata badan pertahanan sipil, pasukan penyelamat yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, dalam sebuah pernyataan.
Mereka menambahkan masih ada orang yang hilang di bawah reruntuhan.
Baca Juga: Dewan Perdamaian Gaza Versi Trump Dipertanyakan, Swedia Menolak Ikut
“Apartemen tempat tinggal, tenda, tempat penampungan, dan kantor polisi menjadi sasaran, yang mengakibatkan bencana kemanusiaan ini,” kata juru bicara badan tersebut, Mahmud Bassal.
Salah satu serangan dilaporkan menghantam kantor polisi di distrik Sheikh Radwan, Gaza City. Media internasional turut mencatat korban termasuk personel kepolisian dan warga sipil di sekitar lokasi.
Direktorat Kepolisian Umum Gaza mengatakan tujuh orang tewas dalam serangan itu, sementara Bassal menyebut korban termasuk petugas polisi perempuan.


