“Itu berarti butuh 14 tahun untuk menutup celah tersebut, kecuali ada upaya baru yang nyata. Itulah alasan saya menciptakan 10 universitas baru ini yang akan berbasis pada STEM (sains, teknologi, teknik, matematika) dan kedokteran,” ujar Prabowo.
Rencana pendirian 10 universitas baru berbasis STEM dan kedokteran menjadi bagian dari strategi mempercepat penguatan SDM kesehatan.
Prabowo juga menyinggung kerangka kerja sama pendidikan yang sebelumnya dibahas dalam lawatan kenegaraan ke Inggris, termasuk pembangunan kampus baru serta pertukaran dosen.
Dengan bertambahnya kampus kedokteran dan potensi peningkatan jumlah lulusan dokter, pemerintah menilai terbuka ruang kolaborasi industri termasuk dengan GE untuk memperkuat ekosistem alat kesehatan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Profil Afriansyah Noor Wamenaker RI Sekarang, Dipercaya Jokowi hingga Presiden Prabowo Subianto
Selain menawarkan peluang pasar dan kebutuhan domestik yang besar, Prabowo menekankan kesiapan pemerintah untuk mendukung investasi, termasuk pada sisi perizinan.
“Kami akan mendukungnya. Sempat ada kendala birokrasi, namun kami menyelesaikannya dengan sangat cepat. Saya juga menerima masukan beberapa jam lalu dari beberapa korporasi yang mengeluhkan lambatnya solusi atas masalah mereka,” kata Prabowo.
Jika realisasi investasi alat medis meningkat, pemerintah berharap dampaknya tidak hanya pada kapasitas produksi, tetapi juga transfer teknologi, efisiensi biaya, dan penguatan industri kesehatan dalam negeri sejalan dengan target perbaikan layanan serta ketahanan sistem kesehatan nasional.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI


